🌹 BILA DIA SUDAH TIDAK PERAWAN 🍂


Hukum seseorang yang menikahi anak gadis, ketika bersetubuh dengannya, ia mendapatinya sudah tidak perawan.

💎 Asy-Syaikh Al-‘Allamah Al-Imam ‘Abdul ‘Aziz bin Baaz rahimahullah:

📌 Pertanyaan :

“Apabila seseorang menikahi anak gadis dan ketika menggaulinya, ia mendapati sang gadis sudah tidak perawan. Apa yang harus dia lakukan?”

🖊 *Jawab :

“Hal ini ada beberapa sebab, keperawanan itu bisa jadi hilang disebabkan selain zina, wajib untuk berprasangka baik. Apabila tampak zhahirnya baik, zhahirnya dia istiqamah, maka wajib untuk berprasangka baik dalam hal ini.

Atau ia telah melakukan perbuatan keji namun telah bertaubat dan menyesal, setelah itu nampak sebuah kebaikan pada dirinya, ini tidak akan memadharatkannya (sang lelaki).

Terkadang keperawanan itu bisa hilang disebabkan haid yang terlalu deras, haid yang terlalu kuat itu bisa menghilangkan keperawanan. disebutkan oleh para ulama, bisa juga hilang disebabkan ia melompat dari satu tempat ke tempat lain, atau terjun dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah dengan kuat, ini pun bisa menghilangkan keperawanan.

Oleh karena itu bukanlah suatu kepastian bahwa hilangnya keperawanan mesti dengan zina, apabila sang gadis menyatakan bahwa kehilangan keperawanannya bukan dengan perbuatan keji, tidak ada masalah baginya.

Atau memang karena perbuatan keji, tetapi ia mengakui bahwa dirinya telah diperkosa, ini juga tidak bermadharat baginya, apabila setelah kejadian itu si gadis telah melewati masa haid.

Atau juga ia mengakui (telah berzina), ia telah bertaubat dan menyesali perbuatannya. Ia melakukannya ketika masih polos dan masih bodoh lalu bertaubat dan menyesali perbuatannya, ini juga tidak bermadharat baginya.

Dan tidak boleh bagi dia untuk menyebarluaskan hal ini, bahkan ia harus merahasiakannya.

Apabila sang lelaki berkeyakinan bahwa sang gadis telah berkata jujur dan tetap istiqamah, maka hendaknya ia menahannya (tidak menceraikannya).

Namun apabila tidak demikian maka hendaknya ia menceraikannya sambil merahasiakan aibnya tanpa membeberkannya yang mana hal ini dapat menimbulkan fitnah serta kejelekan.”


📖 Sumber rujukan :

*http://binbaz.org.sa/fatawa/2856*


*🔘 حكم من تزوج بنتا وبعد دخول عليها لم يجدها *بكرا* ⁉️

🎙الشيخ العلامة الإمام عبد العزيز بن باز – رحمه الله – :

*🔗السؤال:* إذا تزوج بنتاً وبعد الدخول عليها *لم يجدها بكراً،* فماذا يفعل؟

*💭 الجواب:* هذا له أسباب، *قد تكون البكارة ذهبت بأسباب غير الزنا،* فيجب حسن الظن – إذا كان ظاهرها الخير، وظاهرها الاستقامة – فيجب حسن الظن في ذلك، أو كانت قد فعلت الفاحشة، ثم تابت وندمت وظهر منها الخير، لا يضره ذلك.وقد تكون البكارة زالت من شدة الحيض؛ فإن الحيضة الشديدة تزيل البكارة – ذكره العلماء – *وكانت تزول البكارة ببعض الوثبات – إذا وثبت من مكان إلى مكان، أو نزلت من محل مرتفع إلى محل سافل بقوة – قد تزول البكارة، فليس من لازم البكارة أن يكون زوالها بالزنا، لا.فإذا ادّعت أنها زالت البكارة في أمر غير الفاحشة، فلا حرج عليه، أو بالفاحشة، ولكنها ذكرت له أنها مغصوبة ومكرهة، فإن هذا لا يضره أيضاً، إذا كانت قد مضى عليها حيضة بعد الحادث، أو ذكرت أنها تابت وندمت، وأن هذا فعلته في حال سفهها وجهلها، ثم تابت وندمت، فإنه لا يضره.ولا ينبغي أن يشيع ذلك، بل ينبغي أن يستر عليها، فإن غلب على ظنه صدقها واستقامتها أبقاها، وإلا طلقها مع الستر، وعدم إظهار ما يسبب الفتنة والشر.


*🌐 المصدر: ↙️↙️↙️*

*http://binbaz.org.sa/fatawa/2856*

——————————————–

🌏 Telegram: @Askarybinjamal | @Audiothalabilmusyar_i

22,119 total views, 221 views today