7. TERIMA KASIH PEMERINTAHKU

Ketika awal kali wabah covid-19 muncul di Indonesia, pemerintah Indonesia dengan segenap jajarannya segera mengambil tindakan dan upaha untuk menanggulangi penyebaran virus ini lebih luas. Mulai dari membangun rumah sakit khusus untuk pasien corona, menghimbau masyarakat untuk melakukan physical distancing, menghindari perkumpulan-perkumpulan di berbagai tempat, membentuk dan mengaktifkan Tim Gerak Cepat (TGC) di wilayah otoritas pintu masuk negara di bandara/pelabuhan/Pos Lintas Batas Darat Negara (PLBDN), melakukan pemeriksaan kesehatan di sekitar 135 titik di bandar udara, di darat dan pelabuhan, dengan menggunakan alat pengukur suhu tubuh bagi siapa pun yang memasuki wilayah Indonesia, sesuai regulasi kesehatan internasional, membuka kontak layanan yang dapat diakses masyarakat untuk mencari informasi perihal virus corona dan masih banyak lagi yang dilakukan oleh pemerintah RI yang tentu tidak bisa saya sebutkan disini.

Kewajiban kita sebagai rakyat adalah mengucapkan terima kasih kepada segala upaya yang mereka lakukan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

” لَا يَشْكُرُ اللَّهَ مَنْ لَا يَشْكُرُ النَّاسَ ”

“Tidak bersyukur kepada Allah ﷻ orang yang tidak berterima kasih kepada manusia.”
( HR. Ahmad)

Tiada gading yang tak retak, pemerintah bukanlah Tuhan yang tidak pernah melakukan kesalahan, mereka juga manusia, dan sifat manusia adalah selalu bersalah. Namun bukan dari ajaran Islam, untuk selalu melihat sisi negatif pemerintah, lalu melakukan kritikan dan protes setiap kali pemerintah mengeluarkan sebuah kebijakan, bak komentator sepakbola. Kalau seandainya kritikus itu yang menjadi penguasa, belum tentu dia mampu melakukan seperti yang dilakukan oleh penguasa saat ini.

Hargailah mereka, berilah apresiasi atas perjuangan yang telah mereka lakukan. Sebab apabila dalam sebuah negara tidak memiliki pemerintahan, maka yang terjadi adalah kekacauan dan kehancuran, yang kuat menindas yang lemah, penjarahan terjadi dimana-mana. Cukuplah kejadian di tahun 98 menjadi pelajaran bagi kita semua.

Abdullah bin Mubarak Rahimahullah berkata:

لولا الأئمة لم تأمن لنا سُبُلٌ وكــان أضعفنا نهباً لأقـوانـا

“Kalau bukan karena adanya para penguasa, maka kita tidak akan merasa aman di jalan-jalan yang kita lalui dan yang lemah akan menjadi santapan oleh yang lebih kuat.”

Semoga Allah ﷻ senantiasa memberi kekuatan dan taufik kepada penguasa kita



✍🏻 Askary bin Jamal

2,491 total views, 3 views today