KESEMPATAN MEMBINA KELUARGA

Pemimpin rumah tangga, memiliki tanggung jawab besar dalam mendidik keluarganya agar menjadi sebuah keluarga yang saleh dan bertakwa.

Allah ﷻ berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا

“Wahai orang orang-orang yang beriman, peliharalah diri-diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka.” (QS.At Tahrim:6)

Diriwayatkan dari Ali Bin Abi Thalib رَضِيَ اللهُ عَنْهُ bahwa Beliau berkata ketika menjelaskan makna ayat ini:

“Ajarkanlah kepada mereka ilmu dan adab.” (tafsir Ath Thabari)

Dalam sebuah keluarga, tanggung jawab terbesar ada dipundak seorang ayah sebagai pemimpin dalam rumah tangganya.

Rasulullah ﷺ bersabda:

« مَا مِنْ عَبْدٍ يَسْتَرْعِيهِ اللَّهُ رَعِيَّةً يَمُوتُ يَوْمَ يَمُوتُ وَهُوَ غَاشٌّ لِرَعِيَّتِهِ إِلاَّ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ »

“Tidaklah seorang hamba yang ketika Allah beri kepadanya tanggung jawab untuk memimpin, lalu dia mati dalam keadaan menipu rakyatnya, melainkan Allah mengharamkan atasnya surga.” (Muttafaq alaihi)

Seorang ayah, biasanya memiliki kesibukan di luar rumah untuk mencari nafkah. Tidak jarang sebagian orang tua tidak mengetahui perkembangan anaknya disebabkan karena kesibukannya, dia menyerahkan secara penuh kepada para pengajar yang mendidiknya di sekolah, atau kepada ibunya yang terkadang lemah dalam mengarahkan mereka, sementara sang ayah kurang peduli dengan pendidikan anaknya tersebut, lebih terkhusus lagi pendidikan iman, akhlak dan adab.

Maka, kesempatan “stay at home” untuk bisa mendidik mereka secara langsung, mengetahui perkembangan mereka, memberi contoh kepada mereka akhlak dan adab yang baik untuk dijadikan sebagai panutan dalam kebaikan.

Ingat, faktor terbesar yang menyebabkan rusaknya anak-anak, adalah sikap seorang ayah yang menelantarkan pendidikan mereka dan masa bodoh dengan perkembangannya.

Ibnul Qayyim Rahimahullah berkata:

وأكثر الأولاد إنما جاء فسادهم من قبل الآباء وإهمالهم لهم وترك تعليمهم فرائض الدين وسننه

“Mayoritas anak-anak, yang menjadi sebab rusaknya mereka adalah faktor para ayah, dan sikap mereka yang menelantarkan anak-anaknya, dan tidak mengajari mereka dengan perkara yang wajib dan sunnah didalam agama ini.”
(Tuhfatul maulud:329)

Sebagian orang tua mengeluhkan sikap anak-anaknya yang durhaka kepada mereka disaat orang tua telah semakin lanjut usia. Boleh jadi, kedurhakaan anak kepada orang tuanya di masa tua, juga disebabkan karena kedurhakaan orang tua kepada anaknya disaat mereka masih kecil.


✍🏻 Askary Bin Jamal


32,463 total views, 85 views today