Definisi “SHALIH” Siapakah Lelaki Yang Shalih dan Siapakah Wanita Yang Shalihah?

bunga-airDEFINISI “SHALIH”, SIAPAKAH LELAKI YANG SHALIH? , DAN SIAPA WANITA YANG SHALIHAH ITU?

الصلاح (perbaikan), Lawannya adalah الفساد (kerusakan).

Dan laki – laki yang shalih terhadap dirinya,dia memperbaiki amalannya dan urusan-urusannya. Sebagaimana disebutkan didalam kitab:”al’ain”, oleh Al khalil bin Ahmad Rahimahullah (2/406).

Dan berkata al qadhi ‘iyadh di dalam (masyariqul anwar. 2/44):

” Laki-laki yang shalih adalah yang menegakkan apa-apa yang menjadi kewajibannya dari hak-hak Robbnya dan beribadah kepada-Nya.

Dan diantaranya:

((للعبد المملوك الصالح أجران))

” budak yang shalih itu, baginya dua pahala. ”

Yaitu:

Dia menegakkan hak-hak Allah dan hak tuannya.

Dan diantaranya pula keshalihan wanita quraisy, dikarenakan mereka menegakkan apa-apa yang telah disebutkan oleh Allah ta’ala , seperti hak-hak anak-anak mereka, suami-suami mereka, dan hal-hal yang memberi kemaslahatan kepada mereka.

Berkata imam Annawawi didalam (tahrir alfadz attanbih:71):

Berkata Abu ishaq azzujjaj:

“Dan orang yang shalih yang diberi tugas untuk mengurusi masyarakat adalah, yang dia menegakkan apa-apa menjadi kewajibannya, dari hak-hak Allah ta’ala, dan hak-hak hamba.” – selesai-.

 

PARA NABI, MEREKA TERMASUK ORANG-ORANG YANG SHALIH, BAHKAN MEREKA BERADA PADA TINGKATAN YANG TERTINGGI DIDALAM KESHALIHAN.

Allah Azza wa jalla berfirman tentang nabi Yahya anak nabi Zakariya عليهما السلام :

هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهُ ۖ قَالَ رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۖ إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ

“Di sanalah Zakariya berdoa kepada Rabbnya seraya berkata: “wahai Rabbku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa”.

فَنَادَتْهُ الْمَلَائِكَةُ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي فِي الْمِحْرَابِ أَنَّ اللَّهَ يُبَشِّرُكَ بِيَحْيَىٰ مُصَدِّقًا بِكَلِمَةٍ مِنَ اللَّهِ وَسَيِّدًا وَحَصُورًا وَنَبِيًّا مِنَ الصَّالِحِينَ

” Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakariya, sedang ia tengah berdiri melakukan shalat di mihrab (katanya): “Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang puteramu) Yahya, yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi termasuk keturunan orang-orang saleh”.

(Qs. Ali ‘imran:38-39.)

Demikian pula disifatkan keshalihan itu kepada nabi-Nya Isa عليه السلام, Allah ta’ala berfirman:

وَإِذْ قَالَتِ الْمَلَائِكَةُ يَا مَرْيَمُ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَاكِ وَطَهَّرَكِ وَاصْطَفَاكِ عَلَىٰ نِسَاءِ الْعَالَمِينَ

“Dan (ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, mensucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu).”

يَا مَرْيَمُ اقْنُتِي لِرَبِّكِ وَاسْجُدِي وَارْكَعِي مَعَ الرَّاكِعِينَ

“Hai Maryam, taatlah kepada Tuhanmu, sujud dan ruku’lah bersama orang-orang yang ruku’.”

ذَٰلِكَ مِنْ أَنْبَاءِ الْغَيْبِ نُوحِيهِ إِلَيْكَ ۚ وَمَا كُنْتَ لَدَيْهِمْ إِذْ يُلْقُونَ أَقْلَامَهُمْ أَيُّهُمْ يَكْفُلُ مَرْيَمَ وَمَا كُنْتَ لَدَيْهِمْ إِذْ يَخْتَصِمُونَ

“Yang demikian itu adalah sebagian dari berita-berita ghaib yang Kami wahyukan kepada kamu (ya Muhammad); padahal kamu tidak hadir beserta mereka, ketika mereka melemparkan anak-anak panah mereka (untuk mengundi) siapa di antara mereka yang akan memelihara Maryam. Dan kamu tidak hadir di sisi mereka ketika mereka bersengketa.”

إِذْ قَالَتِ الْمَلَائِكَةُ يَا مَرْيَمُ إِنَّ اللَّهَ يُبَشِّرُكِ بِكَلِمَةٍ مِنْهُ اسْمُهُ الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ وَجِيهًا فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَمِنَ الْمُقَرَّبِينَ

“(Ingatlah), ketika Malaikat berkata: “Hai Maryam, seungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah),”

وَيُكَلِّمُ النَّاسَ فِي الْمَهْدِ وَكَهْلًا وَمِنَ الصَّالِحِينَ

“Dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa dan dia adalah termasuk orang-orang yang saleh”.

قَالَتْ رَبِّ أَنَّىٰ يَكُونُ لِي وَلَدٌ وَلَمْ يَمْسَسْنِي بَشَرٌ ۖ قَالَ كَذَٰلِكِ اللَّهُ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ ۚ إِذَا قَضَىٰ أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ

“Maryam berkata: “Ya Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-lakipun”. Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril): “Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: “Jadilah”, lalu jadilah dia.”

Qs. Ali imran:42-47

Bersambung, InsyaAllah…

Diterjemahkan kembali dari majelis Al Ustadz Asykari hafizhahullah.

Oleh Ummu Aiman Hafizhahallah, pada Senin, 25 Shofar 1437 H/ 07 Desember 2015 M.

Sumber: http://salafiyyaatbpp.blogspot.co.id/