Tanggapan Ringkas Buat Muflih Safitra

بسم الله، الحمد لله و الصلاة و السلام على رسول الله،

Telah sampai kepada kami beberapa tulisan al akh Muflih Safitra, salah seorang pembela Rodja di Balikpapan, yang kami pandang perlu untuk ditanggapi secara ringkas, diantaranya :

1. Tulisan dia:

“mereka masih mau pakai masjid yg asli punya hizbiyyun, sururi dan gelar2 lain ala mereka. Dimana kita ngisi, disitu juga mau ngisi. Minta2 jadwal juga dengan takmirnya yg hizbiy ala mereka.”


Tanggapan:

Tentang pernyataan tersebut, bahwa pada kenyataannya selama ini asatidzah kita khususnya ustadzuna ‘Askari -hafidzahullah-, tidaklah pernah “meminta” untuk bisa mengisi ta’lim di masjid tersebut dan atau masjid-masjid lainnya, akan tetapi justru “diminta” oleh takmir/ pengurus masjid tersebut.

Selama ini kita memenuhi permintaan mereka dalam rangka memberikan hak saudara-saudara kita sesama muslim untuk saling memberikan nasehat dan wasiat dalam kebaikan dan ketakwaan.

Sebagaimana sabda Rasulullah -alaihis shalatu was salam- dalam haditsnya:

الدين النصيحة، قلنا: لمن يا رسول الله؟ قال: لله، و لكتابه، و لرسوله، و لأئمة المسلمين و عامتهم.

2. Tulisan dia:

“Lucunya, dalam area rumah pondok banyak juga yg nyekolahkan anak di sekolah kita dan masih memutar Rodja, karena hati tidak bisa dibohongi kepada siapa ia tentram dan diajarkan akhlaq!”

Tanggapan:

Saya ingin bertanya: seberapa BANYAK ikhwan kami yang menyekolahkan anaknya di sekolah anda?

Dan kalaupun ada segelintir orang yang menyekolahkan anak-anaknya disana, perlu anda ketahui bahwa mereka adalah orang-orang yang bermasalah di pondok kami.

Jadi mohon maaf, kalau mereka hanya menjadikan kalian sebagai “pelarian”, dan bukan seperti anggapan kalian bahwa mereka merasa lebih tentram dengan dakwah kalian.

3. Tulisan dia:

“KM5 memang punya sekian grup WA bernama TIS 1, 2, 3 dst yang isinya hanya menyebarkan hasutan dan fitnah terhadap Syaikh Ali, Syaikh Abdurrazzaq, Syaikh Ibrahim Ruhailiy, asatidz Rodja, dll supaya orang tidak ngaji ke yg dihasut”

Tanggapan:

Adalah sebuah tuduhan dusta apabila TIS dianggap hanya berisi hasutan dan fitnah. Sungguh pernyataan ini tidaklah keluar melainkan dari orang yang hasad dan tidak mau membuka mata hatinya untuk melihat kebenaran.

[ قل هاتوا برهانكم إن كنتم صادقين ]

Kalau memang tuduhan anda benar, maka datangkanlah bukti bahwa isi dari TIS hanyalah hasutan dan fitnah, kecuali jika memang anda menganggap tahdziran para ulama terhadap ahlul ahwa adalah fitnah.

4. Tulisan dia

“Kebetulan banyak ikhwan kami yg dicomot masuk grup tersebut utk dihasut.”

Tanggapan :

Tidaklah para ikhwan menjadi anggota TIS melainkan mereka mendaftar sendiri ke admin grup. Apakah pantas yang demikian dikatakan bahwa kami mencomot ikhwan kalian.

5. Tulisan dia:

“Bukannya Ust. Askari dan teman-temannya sendiri yang selalu menyibukkan diri dengan Rodja dan Rodja justru tidak sibuk dengan mereka?”


Tanggapan :

Walhamdulillah kami di pondok setiap harinya full dipenuhi dengan kajian ilmu syar’i, tidak seperti yang anda katakan bahwa kami selalu sibuk dengan rodja.

Apabila kami membahas tentang kesesatan rodja dan para pengampunya, tidaklah sebanding dengan intensitas kajian ilmiah kami yang lain. Sehingga tidak bisa dikatakan kalau kami hanya sibuk untuk membantah kalian. Dan kalaulah kami membantah kebathilan kalian, itu merupakan kewajiban kami untuk menyelamatkan kaum muslimin.

6. Tentang sayembara berhadiah tanah senilai 100 juta bagi yang bisa membuktikan kesesatan Ibrahim Ar Ruhailiy,

Tanggapan:

Nampak pada diri anda bahwa anda adalah orang yang kurang memahami hakekat “perbedaan” antara para dai rodja dan asatidzah kami.

Dari apa yang anda lakukan dengan membuat sayembara berhadiah tanah senilai 100 juta, menunjukkan sifat kekanak-kanakan anda.

Untuk mendapatkan bukti tentang Ibrahim Ar Ruhailiy, tidak perlu sampai anda membuat sayembara dengan hadiah tanah senilai 100 juta, karena kalau anda mau jujur dan adil, sangat mudah untuk mendapatkan bukti-bukti otentik terkait penyimpangan-penyimpangan Ibrahim Ar Ruhailiy, tinggal merujuk kepada karya-karya dan penjelasan para masyayikh kita, semisal Syaikh Rabi, Syaikh Abdullah Al Bukhory dan atau selain beliau berdua -hafidzahumallah-.

Dan perlu anda ketahui, bahwa Ibrahim Ar Ruhaily bukanlah satu-satunya syaikh kalian yang memiliki penyimpangan sehingga ditahdzir oleh para ulama, masih ada nama-nama tersohor lainnya, sebut saja diantaranya Ali bin Hasan bin Abdil Hamid Al Halaby, Muhammad bin Abdirrahman Al ‘Arify, Abdul Malik Romadhoni dan selain mereka yang masih kalian jadikan sebagai rujukan, Allahul Musta’an.

Akhir kata, semoga anda sebagai seorang tolibul ilmi bisa lebih bijak, lebih ta anny dan lebih mengedepankan sikap al-inshof dalam menghadapi suatu masalah, sungguh Allah ta’ala telah berfirman:

[ ولا تقف ما ليس لك به علم إن السمع والبصر والفؤاد كل أولئك گان عنه مسئولا ]

هدانا الله و إياك، و صلى الله و سلم و بارك على نبينا محمد و على آله و أصحابه أجمعين.

Balikpapan, 15-10-1436

Abu Rufe’ Abdul Mu’thi bin Mughni