Berkata Al-Imam Rabi’ Bin Hadi Al-Madkhali Hafizhahullah : * والله إني لأعلم رجالا يعلمون أن فلانا هذا مخطئ، ويتبعونه على أخطائه، ليس بمقلد، وإنما هذا جبان. المقلد الذي يظن أن هذا الرجل محق، وأنه أعلم بالكتاب والسنة من غيره. أما الذي يعلم أنك مخطئ ويتبعك على خطاك خشية أن يناله سخطك، وأن يناله جام غضبك أو غير ذلك. * هذا حق له وحري به والله أن يجلس عند أمه، أو عند زوجته، ولا يرفع رأسه بالدعوة. الدعوة لا يقوم بها إلا فحول الرجال، ولا يقوم بها إلا من استأنس بالله وبالحق، ومن رأى أن الحق أحب اليه من نفسه ومن كل حبيب. __________________ “Demi Allah, sesungguhnya Aku mengetahui beberapa orang yang mereka tahu bahwa si fulan ini bersalah dan mereka mengikuti kesalahannya, dia bukan seorang muqallid (ikut2an tanpa hujjah), namun dia hanyalah seorang PENAKUT. Seorang muqallid adalah yang menyangka bahwa orang ini diatas kebenaran dan menganggapnya lebih berilmu tentang al-kitab dan as-sunnah daripada yg lain, adapun orang yang mengetahui bahwa kamu bersalah dan dia mengikutimu diatas kesalahanmu karena takut akan kemarahanmu, takut dari kemurkaanmu, atau yang lainnya… Maka demi Allah, dia lebih berhak dan lebih pantas duduk disisi ibunya, atau disisi istrinya dan jangan dia menegakkan kepalanya untuk berdakwah. Tidak ada yang pantas menegakkan dakwah ini kecuali kaum lelaki yang jantan, tidak pantas menegakkannya kecuali orang yang merasa tentram bersama Allah dan kebenaran dan memandang bahwa kebenaran lebih dia cintai daripada dirinya sendiri dan dari siapa saja yang dicintainya. ” (Majmu’ kutub wa rasaail wa fataawaa Asy-Syaikh Rabi’ Hafizhahullah :13, hal:17)

456 total views, 3 views today