Koordinasi Yang Syar’i dan Koordinasi Yang Menyimpang

KOORDINASI YANG SYAR’I DAN YANG MENYIMPANG

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته
١- الإذن أ والمنع للدعوة والتدريس على وجه الإلزام لا يملكه الا ولي الأمر بما جعل الله له من الولاية
ولكن الإخوة يتشاورون فيما بينهم فيما يرون فيه مصلحة للدعوة
٢- اذا كان هذا الترتيب القائم مبنيا على أن فلانا هو أمير الدعوة وأمره واجب النفاذ وهو ليس مخولا بذلك من جهة الدولة فهو ترتيب مخالف لما اعلمه من الشرع
٣- إن كان هذا الترتيب تشاوريا وليس إلزاميا ولَكن واقعه وحاصله أنه يؤدي الى تعطيل الدعوة وتأخير إقامة الدروس والكلمات النافعة فهو ترتيب سيّء ويحتاج الى إعادة نظر لأن المقصود تكثير الخير وتيسيره لا تقليله وتعطيله.
على ضوء ذلك فمنعهم من إقامة الدرس مع سلامة المدرس وسلامة الكتاب المقرر ليس له مبرر او مسوغ شرعي في نظري والله أعلم.

 

BERKATA SYAIKH ALI BIN YAHYA Al-HADDADI حفظه الله تعالى:

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته
Perijinan atau pelarangan untuk berdakwah dan mengajar dengan cara Ilzam (mengharuskan untuk ditaati), tidak ada yang memilikinya kecuali penguasa, disebabkan karena kekuasaan yang Allah Taala berikan kepadanya.
Namun para ikhwan bermusyawarah diantara mereka tentang apa yang menurut mereka membawa kemaslahatan bagi dakwah.
Apabila koordinasi yang berjalan dibangun diatas keyakinan bahwa si Fulan sebagai pemimpin dakwah dan perintahnya wajib dijalankan, padahal dia tidak diberi wewenang untuk hal itu dari pihak pemerintah negeri , maka ini merupakan koordinasi yang menyelisihi syari’at menurut yang Aku ketahui.
Jika koordinasi tersebut bersifat musyawarah dan bukan bersifat Ilzam (mengharuskan untuk ditaati), namun kenyataannya dan hasilnya menyebabkan terbengkalainya dakwah dan terhambatnya dibuka pelajaran-pelajaran dan penyampaian kalimat-kalimat yang bermanfaat, maka ini merupakan bentuk koordinasi yang buruk, dan butuh adanya peninjauan kembali, sebab tujuannya adalah memperbanyak kebaikan dan memudahkannya, bukan untuk meminimalisir kebaikan itu dan menghilangkannya.
Maka dibangun diatas pencerahan ini, maka melarang mereka dari membuka pelajaran dalam keadaan pengajarnya selamat (dari penyimpangan), dan kitab yang diajarkan juga selamat (dari penyimpangan), hal ini tidak ada pembenaran secara syar’i dalam pandangan saya, Wallahu a’lam.

(Jawaban Syaikh Ali Bin Yahya Al-Haddadi Hafizhahullah dari sebuah pertanyaan yang diajukan kepada Beliau)

 

Sumber : https://t.me/Askarybinjamal