Kembali Kepada Ulama Jalan Keluar dari Fitnah

KEMBALI KEPADA ULAMA JALAN KELUAR DARI FITNAH

(Faedah Hadits Hudzaifa Ibnul Yaman Radiyallohu anhu)

Kajian Malam Jum’at 16 Safar 1435 h/ 19 Des 2013 di Ma’had Ibnul Qoyyim Balikpapan)

Oleh : Ustadz Askari bin Jamal hafizhahullah

Faedah-Faedah yang kami catat dalam Ta’lim ini :

1. Mengetahui suatu fitnah (Keburukan-pent), bukan untuk mengikutinya akan tetapi untuk berhati-hati dengannya dan ini adalah prinsip di dalam agama kita

2. Faedah dari pertanyaan Hudzaifah ibnul yaman adalah kita menjadikan prinsip Kembali kepada Ulama yang diketahui kekokohan manhajnya, keselamatan manhajnya dan kebenaran aqidah mereka.

3. Kalau kita tidak kembali kepada Ulama, lalu mau kembali kepada siapa kita ??, sementara Para Ulama adalah kaum yang paling mengerti tentang Al Qur’an dan As Sunnah dan paling mengerti tentang manhaj Salaf dan mereka adalah pewaris para Nabi.

4. Para Ulama adalah Kaum yang paling mengerti dan paling memahami dalam menyelesaikan suatu problem yang besar dengan bimbingan Al Qur’an dan As Sunnah serta Jalannya Para Salaf.

5. Kalau tidak kembali kepada Ulama, maka akan pasti kebingungan karena banyaknya Syubhat, hizbiyah dan banyaknya orang yang seolah-olah berjalan diatas dakwah salafiyah.. namun para Ulama berbicara terhadap mereka dan mentahdzir mereka.

6. Disetiap Zaman senantiasa ada Ulama yang diberi taufiq oleh Allah Subhaanahu wata’aala, kelebihan secara khusus berbicara tentang Al Jarh Wa ta’dil

7. As Syaikh Al Albani rahimahullahu ta’aala, telah memberi pujian secara khusus kepada Asy Syaikh Rabi’ hafizhahullah, bahwa beliaulah di zaman kita ini pembawa panji Al Jarh Wa ta’dil. Demikianpula Asy Syaikh Ibnu Baz rahimahullah, sering bertanya kepada Syaikh Rabi’ bila berkaitan tentang penyimpangan-penyimpangan sebagian tokoh. Seperti ketika Syaikh bin baz rahimahullah, bertanya kepada Syaikh Rabi’ tentang penyimpangan Abul A’la Al Maududi.

8. Asy Syaikh Ibnu Utasimin rahimahullah, menganjurkan untuk kembali kepada kitab-kitab Syaikh Rabi’ untuk melihat penyimpangan kesesatan Syaikh Qutub.

9. Asy Syaikh Rabi’ hafizhahullah paling mengerti dan pemerhati keadaan Dakwah yang ada di Negeri kita Indonesia dari sekian banyak permasalahan khilaf diantara du’at sejak tahun 2005 hingga sekarang.

10. Dari sekian tahun perselihan para du’at salafiyah di negeri kita ini dan bertahun-tahun terus dipantau oleh syaikh Rabi’ hafizhahullah, dan telah didudukkan olehSyaikh Rabi’ dari kedua belah pihak. Hingga pada kesimpulan Syaikh Rabi’ mengatakan “benar-benar la’aab (main-main dalam urusan dakwah), dan berjalan di atas thariqah-nya Ali Hasan al-Halabi dalam Makar. (yang dimaksud disini oleh syaikh Rabi’ adalah dia Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi-Pen)

11. Maka kewajiban kita dalam masalah fitnah ini adalah kembali kepada Ulama sebab kalau kita tidak kembali kepada Ulama, maka kita mau kembali kepada siapa lagi ??? dan tidak sepantasnya bagi kita, setelah Syaikh Rabi’ berbicara untuk mencari ulama-ulama yang lain lagi untuk berlindung dibelakangnya dan menghindar dari tahdzir syaikh Rabi’.

12. Harapan kita agar semua mereka yang terjatuh dalam penyimpangan agar bisa ruju’ kembali kepada kebenaran.

Inilah Harapan kita, Namun Sikap kita tetap ada. Dan inilah Manhaj Salafiyah.

Demikian Catatan ringkas kami, Semoga bermanfaat untuk kita semua.

Lenkapnya dalam Audio Kajian, silahkan unduh Audio kajian dibawah ini.

{mp3}Faedah-Dari-Hadits-Hudzaifah Ibnu-Yaman{/mp3}