Tawaqquf “Miring”

TAWAQQUF “MIRING”

Al-allamah Zaid Bin Hadi Al-madkhali Rahimahullah ditanya:
“Sebagian ada yang berkata: siapa yang telah menjadi salafi dengan meyakinkan, maka ia tidak keluar darinya kecuali dengan keyakinan pula. Apakah ini kaedah yang benar? Dan kapan seseorang dihukumi bahwa dia bukan seorang salafi?
:bulb: Maka Beliau-Rahimahullah- menjawab:

*القاعدة التي تقول:(( من ثبتت سلفيته بيقين ﻻيخرج منها اﻻ بيقين )). الذي يظهر لي أن هذه القاعدة صحيحة، كما أن المسلم ﻻ يخرج من اﻻسلام إلى الكفر إﻻ بيقين يثبت به ارتداده عن اﻻسلام، وهكذا السلفي الذي شهد الثقات بسلفيته وتيقنوها ﻻ يجوز ﻷحد أن يجرده منها ويدخله في زمرة أهل اﻷهواء إﻻ بيقين، أو بقرائن تدينه ؛ كما قال ابوعمرى الأوزاعي : (( من أخفى علينا بدعته لم تخفى علينا ألفته )). ويحكم على الشخص أنه ليس سلفيا إذا اختار لنفسه منهجا غير منهج أهل السنة والجماعة، وطفق يسير ويجهر بعداوته ﻷهل السنة، ويضم صوته إلى أصوات أهل البدع، وينصر مناهجهم ويروج لها.*

“Kaedah yang mengatakan: “Siapa yang telah jelas salafiyah-nya dengan keyakinan, maka tidak keluar darinya kecuali dengan keyakinan pula,” yang nampak bagiku bahwa kaedah ini benar, sebagaimana halnya seorang muslim tidak keluar dari islam menuju kekafiran kecuali dengan keyakinan yang menetapkan bahwa dia telah murtad dari Islam. Maka demikian pula seorang salafi yang orang-orang terpercaya mempersaksikan kesalafiyahannya dan mereka meyakininya, tidak boleh bagi siapapun menafikan salafiyah itu darinya dan memasukkannya dalam kelompok pengikut hawa nafsu kecuali dengan keyakinan, atau adanya indikasi yang meyakinkan, sebagaimana yang dikatakan oleh Abu Amr Al-Auza’i Rahimahullah:
“Siapa yang menyembunyikan bid’ahnya dari kami, tidak akan tersamarkan dari kami keakrabannya (dalam pertemanan).”
Seseorang dihukumi bahwa dia bukan salafi apabila dia sendiri yang memilih manhaj selain manhaj ahlussunah wal jama’ah, dan mulai berjalan dan menampakkan permusuhannya kepada ahlussunah, dan menggabungkan dukungannya kepada pemikiran ahli bid’ah, menolong manhaj mereka dan menyebarkannya.”

(Al-ajwibah al-atsariyah’ ‘anil masaail al-manhajiyah:85-96)

 

Sumber: https://t.me/Askarybinjamal