Radio Ibnul Qoyyim

PROFIL

Ibnul Qoyyim FM adalah radio dakwah non profit oriented yang berada dalam naungan Perkumpulan Radio Komunitas Ibnul Qoyyim, menyerukan Dakwah Ilmiah Islamiyyah, dakwah yang berorientasi pada pemahaman, pendalaman dan pengaplikasian kemurnian beragama dengan berpedoman pada Al Qur’an dan As Sunnah dengan pemahaman shahabat Rasullullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang mulia.

Ibnul Qoyyim FM memiliki studio mungil di Gedung Masjid Zaadul Ma’aad Ponpes Ibnul Qoyyim, Jl. Projakal Km 5,5 No.111 RT029 Batu Ampar Kota Balikpapan.

Ibnul Qoyyim FM dengan Daya Pemancar 50 Watt mampu menjangkau hampir seluruh komunitas di sekitar luas pancaran.

Sebagai radio da’wah non profit oriented, Ibnul Qoyyim FM sangat independen dalam penyusunan materi siaran, tidak berada di bawah kendali kepentingan pihak atau parpol manapun dan sangat berupaya untuk selektif dalam penyiaran sesuai dengan koridor Syari’ah yang mulia di bawah bimbingan para Asatidzah wa Masyayikh ( para ustadz dan ‘ulama ) Ahlussunnah.

Ibnul Qoyyim FM sebagai radio dakwah non profit oriented, sangat concern dan antusias serta menjadi satu-satunya radio komunitaspertama di Kota Balikpapan yang mendukung program mewujudkan Balikpapan kota Beriman dengan dukungan siaran dakwah yang mengutamakan perbaikan tauhid/aqidah, akhlaq dan seluruh sendi kehidupan beragama masyarakat. InsyaAlloh.

LATAR BELAKANG

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya):

ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ..

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. (Q.S : An-Nahl 125).

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ ..

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar dan beriman kepada Allah. (Q.S : Ali Imran 110).

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda (yang artinya):

Senantiasa ada sekelompok dari ummatku yang menampakkan, menjunjung tinggi kebenaran, tidak memudhorotkan bagi mereka orang-orang yang menyelisihi dan menghinakan mereka sampai datang keputusan Allah dalam keadaan mereka tetap kokoh seperti itu.

(Hadits Shahih dari Al-Mughirah bin Syu’bah, Riwayat Bukhari dan Muslim)

Sungguh (seandainya) Allah memberikan hidayah pada seseorang melalui engkau (maka itu) lebih baik daripada Unta Merah (kendaraan termahal pada saat itu).

(Hadits Shahih dari Sahl bin Sa’ad, Riwayat Bukhari dan Muslim)

Tujuan ini menjadi sangat penting dan upaya itu begitu mendesak ketika melihat realita problematika ummat yang demikian kompleks dan kronis serta membutuhkan penanganan yang cepat dan tepat sasaran. Adalah orang-orang yang jujur, berpikir logis, cerdas dan terbimbing dengan cahaya hidayahNya dari kalangan para ulama Rabbani ummat ini mampu memahami, menganalisa yang akhirnya menyimpulkan bahwa segala problematika yang dihadapi ummat ini –berupa dekadensi moral, merasa tidak memiliki arah tujuan dan pegangan atau pedoman hidup yang tidak jelas, krisis kepercayaan, ketidakmampuan menghadapi ujian atau musibah yang berujung pada keputusasaan, ketidakmampuan memilah, memisahkan kebenaran dan kejelekkan yang berakibat kegamangan dalam menentukan pilihan yang tepat, ketidakberdayaan memegangidan menyuarakan prinsip-prinsip kebenaran dan problem lainnya – semuanya bermuara pada ketidaktahuan, minimnya pengetahuan bahkan kebodohan mayoritas ummat ini terhadap keagungan, kemuliaan dan kesempurnaan ajaran agamanya yang mencakup seluruh sendi peradaban dan kehidupannya baik di dunia terlebih lagi di akhirat dan ini adalah hal yang pasti, tidak bisa dipungkiri serta tidak terbantahkan dari segala seginya. Walhamdulillah.

Hal ini juga dilatar belakangi belum adanya radio FM yang memfokuskan diri murni sebagai radio dakwah. Ini penting, sebab ummat butuh keberadaan radio dakwah yang benar-benar hanya menyuarakan kebenaran, hanya membimbing kepada hakekat kebenaran tanpa memcampuradukkannya dengan tendensi atau kepentingan yang lain sehingga nasehat, pencerahan, tashfiyyah (pemurnian) dan tarbiyyah (pembelajaran) itu tidak menjadi bias bagi ummat. Sudah seharusnya ummat diseru, diajak dan diarahkan kepada kejelasan kebenaran yang hakiki dan terang benderang tanpa membuat kamuflase atau keremangan dalam pengemasan. Kebenaran itu lebih layak untuk dijunjung tinggi walau begitu berat bahkan pahit untuk disampaikan. Ibarat obat, walaupun pahit seharusnya tetap kita telan karena berharap kesembuhan dan terhindar dari penyakit yang lebih mematikan.

Maka merupakan keharusan semua pihak untuk saling ta’awun (membantu dan tolong-menolong) dalam mewujudkan cita-cita mulia tersebut, dengan mengerahkan semua kemampuan yang dimilikinya dan memberikan segala kemudahan, fasilitas dan sarana yang Allah amanahkan padanya di jalanNya serta tidak mengotori dan mencampurinya dengan berbagai tendensi pribadi atau duniawi sehingga semuanya murni dalam rangka ibadah dan meninggikan kalimatNya serta mendapatkan keuntungan berupa kenikmatan Surga di sisiNya dan tambahannya berupa melihat wajahNya yang Maha Mulia, Jalla wa ‘Ala. Amin.