🌙 🌕 HUKUM SEPUTAR PUASA



📝 1. Apa Hukum Tetes Telinga,?

📚 Jawab:
📖 Tidak mengapa bagi orang yang berpuasa memasukkan tetesan cairan ke telinganya, meskipun dia merasakan hingga ke kerongkongannya, hal itu tidak membatalkan. Sebab ia tidak termasuk makan dan minum, dan tidak pula bermakna makan dan minum.”

🌴 Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin Rahimahullah Majmu’ Al-Fatawa (19/ 205)



📝 2. Apa hukum tetes hidung?

📚 Jawab:
“Bila dia memasukkan tetesan cairan ke dalam hidungnya hingga masuk ke dalam tubuhnya, maka itu membatalkan puasanya, jika dia sengaja melakukannya.”

🌴 Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin Rahimahullah
(Maj mu’ Al-fatawa: 19/ 205)



📝 3. Apa hukum tetes mata bagi orang yang berpuasa?

📚 Jawab:
1. Tetes mata tidak membatalkan bagi orang yang berpuasa menurut pendapat yang paling benar dari dua pendapat ulama.

2. Bila ditemukan rasa tetesan tersebut pada kerongkongannya, maka mengqadha’nya lebih berhati-hati dan tidak wajib. Sebab mata bukan saluran yang digunakan untuk makan dan minum.

🌴 Asy-Syaikh Abdul Aziz Bin Baaz Rahimahullah
(Majmu’ Al-fatawa: 15/ 260-261)



📝 4. Apa hukum cuci darah bagi orang yang sedang sakit ginjal dalam keadaan dia berpuasa?

📚 Jawab:
1. Wajib baginya mengqadha disebabkan karena adanya penambahan darah bersih (ke dalam tubuhnya).

2. Apabila bersama darah tersebut ada penambahan zat yang lain, maka hal itu juga termasuk pembatal puasa.

🌴 Asy-Syaikh Abdul Aziz Bin Baaz Rahimahullah
(Majmu’ al-fatawa: 15/ 275)



📝 Apa hukum menggunakan salep bagi orang yang berpuasa untuk menghilangkan kekeringan pada dua bibir?

📚 Jawab:
1. Tidak mengapa seseorang menggunakan sesuatu yang melembabkan kedua bibir dan hidung berupa salep,atau ia membasahinya dengan air, atau potongan kain, atau yang semisalnya.

2. Namun hendaknya ia menjaga jangan sampai ada yang masuk ke dalam tubuhnya dari sesuatu yang dia gunakan untuk menghilangkan kekeringan tersebut.

3. Apabila ada sesuatu yang masuk (ke dalam tubuh) tanpa sengaja, maka tidak ada konsekwensi apapun baginya.

🌴 Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin Rahimahullah
(Majmu’ al-fatawa:19/ 224)

9,127 total views, 5 views today