2. NEGARA ADIDAYA PUN TAK BERKUTIK



Pandemi coronavirus atau yang juga disebut dengan istilah covid-19 yang begitu cepat menular di berbagai negara, termasuk negara-negara adidaya yang selama ini dikenal sebagai polisi dunia, pengatur dunia, super power, atau gelar-gelar lainnya yang disematkan kepadanya.

Berbagai cara telah dilakukan untuk mencari solusi guna mencegah terjadinya penyebaran virus tersebut yang begitu cepat menyebar dalam waktu singkat. Cara lockdown telah diterapkan oleh sebagian Negara, penutupan perbatasan atau pembatasan penumpang yang masuk, penyaringan di bandara dan stasiun kereta api, dan larangan perjalanan penumpang yang keluar.

Sekolah dan universitas telah ditutup baik secara nasional atau lokal di lebih dari 150 negara, yang memengaruhi lebih dari 1,2 miliar siswa. Namun, virus itu masih menyebar dalam waktu cepat. Para ilmuwan telah berlomba untuk mencari vaksin yang dapat membunuh dan melenyapkan virus ini, namun hingga sekarang belum juga ditemukan, sementara korban setiap hari terus berjatuhan.

Kesombongan Negara-Negara digdaya itu lenyap seketika.

Saudaraku muslim, Al Qur’an Al-Karim telah menyebutkan kehancuran kekuasaan orang-orang terdahulu yang memiliki power dan kemampuan yang tidak dimiliki oleh yang lain, yang menyebabkan mereka menyombongkan diri hidup di muka bumi, berpaling dari ayat-ayat Allah Ta’ala, dan tidak mengindahkan peringatan para Rasul-Nya, yang pada akhirnya mereka seluruhnya menjadi hancur dan tumbang dalam menghadapi kuasa Allah Azza Wajalla.

Allah Ta’ala berfirman:
أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِعَادٍ (6) إِرَمَ ذَاتِ الْعِمَادِ (7) الَّتِي لَمْ يُخْلَقْ مِثْلُهَا فِي الْبِلَادِ (8) وَثَمُودَ الَّذِينَ جَابُوا الصَّخْرَ بِالْوَادِ (9) وَفِرْعَوْنَ ذِي الْأَوْتَادِ (10) الَّذِينَ طَغَوْا فِي الْبِلَادِ (11) فَأَكْثَرُوا فِيهَا الْفَسَادَ (12) فَصَبَّ عَلَيْهِمْ رَبُّكَ سَوْطَ عَذَابٍ (13)

“Tidakkah engkau (Muhammad) memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap (kaum) ‘Ad? (yaitu) penduduk Iram (ibukota kaum ‘Ad) yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi, yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu di negeri-negeri lain, dan (terhadap) kaum samud yang memotong batu-batu besar di lembah, dan (terhadap) Fir‘aun yang mempunyai pasak-pasak (bangunan yang besar), yang berbuat sewenang-wenang dalam negeri, lalu mereka banyak berbuat kerusakan dalam negeri itu, karena itu Rabb-mu menimpakan cemeti azab kepada mereka.”
(QS.Al-Fajr)

Al-Allamah As-Sa’di menjelaskan makna “Mereka banyak berbuat kerusakan”: Yaitu melakukan berbagai macam kekufuran, dari segala macam jenis kemaksiatan, dan mereka berupaya memerangi para rasul dan memalingkan manusia dari jalan Allah Ta’ala. Tatkala mereka telah melampaui batas yang menyebabkan mereka layak untuk dibinasakan, Allah Azza Wajalla mengirimkan kepada mereka siksaan dan cemeti azab.”
(Tafsir Al-Karim Ar-Rahman)

Allah Ta’ala juga berfirman:

أَلَمْ يَرَوْا كَمْ أَهْلَكْنَا مِنْ قَبْلِهِمْ مِنْ قَرْنٍ مَكَّنَّاهُمْ فِي الْأَرْضِ مَا لَمْ نُمَكِّنْ لَكُمْ وَأَرْسَلْنَا السَّمَاءَ عَلَيْهِمْ مِدْرَارًا وَجَعَلْنَا الْأَنْهَارَ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهِمْ فَأَهْلَكْنَاهُمْ بِذُنُوبِهِمْ وَأَنْشَأْنَا مِنْ بَعْدِهِمْ قَرْنًا آخَرِينَ

“Tidakkah mereka memperhatikan berapa banyak generasi sebelum mereka yang telah Kami binasakan, padahal (generasi itu) telah Kami kokohkan kedudukannya di bumi, yaitu kekokohan yang belum pernah Kami berikan kepadamu. Kami curahkan hujan yang lebat untuk mereka dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka karena dosa-dosa mereka sendiri, dan Kami ciptakan generasi yang lain setelah generasi mereka.”
(QS.Al An’am:6)

Allah Ta’ala juga berfirman:

أَوَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَيَنْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ كَانُوا مِنْ قَبْلِهِمْ كَانُوا هُمْ أَشَدَّ مِنْهُمْ قُوَّةً وَآثَارًا فِي الْأَرْضِ فَأَخَذَهُمُ اللَّهُ بِذُنُوبِهِمْ وَمَا كَانَ لَهُمْ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَاقٍ

“Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di bumi, lalu memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum mereka? Orang-orang itu lebih hebat kekuatannya daripada mereka dan (lebih banyak) peninggalan-peninggalan (peradaban)nya di bumi, tetapi Allah mengazab mereka karena dosa-dosanya. Dan tidak akan ada sesuatu pun yang melindungi mereka dari (azab) Allah.”
(QS.Ghafir:21)

Pada akhirnya, kekuatan itu akan hilang, kesombongan itu akan lenyap, dan yang kekal hanyalah kesombongan Allah Azza Wajalla.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

Allah Ta’ala berfirman:

الْكِبْرِيَاءُ رِدَائِى وَالْعَظَمَةُ إِزَارِى فَمَنْ نَازَعَنِى وَاحِدًا مِنْهُمَا قَذَفْتُهُ فِى النَّارِ

“Kesombongan adalah selendangKu, dan keagungan adalah pakaianKu, barangsiapa yang hendak melepaskan salah satunya dariKu, Aku lemparkan dia ke dalam nereka.”

(HR.Ahmad dan Abu Dawud).



✍🏻 Askary Bin Jamal

_____________

1,910 total views, 1 views today