3. PERINGATAN BAGI MANUSIA TENTANG KEHIDUPAN YANG FANA



Begitu mudah bagi Allah Ta’ala menghilangkan kenikmatan yang dimiliki hamba-hambaNya. Virus corona yang memiliki bentuk bulat dengan diameter 100-120 nm atau nanometer, makhluk Allah Azza Wajalla yang sangat kecil, namun telah membuat kehilangan sekian banyak dari kenikmatan dunia. Lalu bagaimana jika Allah mendatangkan yang lebih dari virus kecil tersebut? Na’udzu billah min dzaalik.

Allah Ta’ala berfirman:

وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُ وَمَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَالٍ

“Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia”
(QS.Ar Ra’du: 11).

Apa yang kita rasakan saat-saat ini, merupakan penggambaran hakiki tentang kehidupan dunia yang fana ini, semua apa yang kita miliki bakal sirna, karena dunia ini tidak ada yang kekal, dan yang kekal hanyalah kehidupan akhirat, kehidupan berikutnya setelah dunia.

Alangkah merugi seorang hamba yang hanya menghabiskan sisa umurnya untuk mengejar dunia, harta dan jabatan, lalu tidak memperhatikan persiapan bekalnya menuju akhirat, padahal kematian semakin dekat menghampirinya.

Allah Azza Wajalla berfirman:

فَمَا أُوتِيتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَمَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَا عِنْدَ اللَّهِ خَيْرٌ وَأَبْقَى لِلَّذِينَ آمَنُوا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

“Apa pun (kenikmatan) yang diberikan kepadamu, maka itu adalah kesenangan hidup di dunia. Sedangkan apa (kenikmatan) yang ada di sisi Allah lebih baik dan lebih kekal bagi orang-orang yang beriman, dan hanya kepada Rabb-nya mereka bertawakal.”
(QS.Asy Syura:36).

Berapapun yang dikumpulkan seorang hamba dari kenikmatan dunia, itu semua tidak akan berarti di sisi Allah, bila tidak disertai iman dan ketaqwaan kepadaNya.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

(( لَوْ كَانَت الدُّنْيَا تَعْدِلُ عِنْدَ الله جَنَاحَ بَعُوضَةٍ ، مَا سَقَى كَافِراً مِنْهَا شَرْبَةَ مَاءٍ ))

“Kalau seandainya dunia memiliki nilai di sisi Allah seberat sayap nyamuk, niscaya Allah tidak memberi seteguk air untuk orang yang kafir.”
(HR.Tirmidzi)

Adapun bekal untuk akhirat, merupakan sebaik- baik bekal bagi seorang muslim.

Firman Allah Azza Wajalla:

وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ اللَّهُ وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ

” Segala yang baik yang kamu kerjakan, Allah mengetahuinya. Bawalah bekal, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat!”
(QS.Al Baqarah:197).

Untuk itu, mari kita memperbanyak bekal menuju kehidupan yang kekal.



✍🏻Askary Bin Jamal

2,285 total views, 3 views today