6. PERBANYAK MENGINGAT KEMATIAN



Dimasa- masa kini, setiap hari kita mendengarkan berita kematian akibat terinfeksi virus covid-19. Italia menjadi Negara terbanyak yang meninggal akibat virus ini, kemudian disusul spanyol, Amerika, prancis, Iran, dan seterusnya.

Angka kematian terus meningkat, termasuk di negeri kita Indonesia. Banyak dari kita yang selalu mengikuti berita update tentang berapa jumlah kematian dihari ini. Namun, adakah pelajaran yang bisa kita petik dari kejadian ini?

Rasulullah ﷺ bersabda:

« أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ ». يَعْنِى الْمَوْت

“Perbanyaklah mengingat pemutus segala kenikmatan”, yaitu MATI.”
(HR.Ahmad, Tirmidzi, Nasaai, Ibnu Majah)

Mungkin sebelum munculnya virus ini, banyak diantara kita yang tidak mengamalkan anjuran Rasulullah ﷺ untuk selalu mengingat kematian, disebabkan karena kesibukan dalam beraktivitas dunia, bisnis, ngurusi pekerjaan kantor, mengejar kedudukan dan jabatan, dan itu menyebabkan mayoritas manusia lupa untuk mengingat kematian itu.

Yang dimaksud mengingat kematian bukan sekedar mengingatnya, namun memikirkan apa yang akan dijalani dalam kehidupan setelah mati. Ada ujian di alam kubur, lalu dilanjutkan dengan hari pertanggungjawaban atas setiap amalan yang dilakukan dimasa hidup di dunia. Siapa yang mengingat hari kematian, dia pasti akan mempersiapkan bekal terbaik dalam menghadapinya.

Berkata Abu Hamzah رَحِمَهُ اللهُ :

“Barangsiapa yang banyak mengingat kematian, akan dijadikan kecintaan pada dirinya terhadap sesuatu yang kekal dan dijadikan kebencian pada dirinya terhadap segala hal yang fana.”

Ya Allah, selamatkanlah kami…


✍🏻 Askary Bin Jamal

1,981 total views, 1 views today