Silsilah Faedah Hadits Bulughul Maram

KITAB BERSUCI BAB: MACAM- MACAM AIR (HADITS 1 – 3)

daun_bpp_1Hadits ke: 1

1). Dari abu Hurairah رَضِيَ اللهُ عَنُْه berkata: bersabda Rasulullah َصَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلٰى آلِهِ وَسَلَّم tentang air laut:

«هُوَ الطَّهُورُ مَاؤُهُ الْحِلُّ مَيْتَتُهُ»

“Airnya suci dan menyucikan, bangkainya pun halal.”

(Diriwayatkan oleh empat perawi (At-Tirmidzi, Abu Dawud,An-Nasaai, dan Ibnu Majah), dan Ibnu Abi Syaibah, dan ini dari lafadznya, dan disahihkan Ibnu Khuzaimah, At-Tirmidzi, dan diriwayatkan oleh Malik,Asy-Syafi’i dan Ahmad).

 

Ta’liq:

Hadits ini shahih, dishahihkan oleh Imam Bukhari, Tirmidzi, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, Ibnu Abdil Bar, ibnul Mundzir, Al-Baghawi, Ibnu Mandah, dan Al-Albani.

Faedah Hadits:

1). Air laut memiliki sifat suci dan menyucikan, boleh digunakan untuk berwudhu, mandi junub, dan yang lainnya.

2). Termasuk pula dalam hal air mutlak lainnya, seperti air danau, air sungai, mata air, air hujan, air sumur dan yang lainnya, tetap memiliki sifat suci dan menyucikan.

3). Halalnya bangkai hewan laut secara umum, meskipun disebut anjing laut babi laut,baik termasuk hewan buas atau tidak, menurut pendapat yang paling sahih.

 

Hadits ke 2

2). Dari Abu Said Al-Khudri رَضِيَ اللهُ عَنُْه berkata: Bersabda Rasulullah َصَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلٰى آلِهِ وَسَلَّم :

«إِنَّ الْمَاءَ طَهُورٌ لاَ يُنَجِّسُهُ شَيْءٌ»

“Sesungguhnya air itu suci dan menyucikan, tidak menjadi najis dengan sesuatu apapun.”

(Diriwayatkan oleh tiga (Tirmidzi, Abu Dawud dan An-Nasaai), dan disahihkan oleh Ahmad)

 

Ta’liq:

Hadits ini disahihkan oleh Imam Ahmad, yahya bin Ma’in, Ibnu Hazm, An-Nawawi, dan Al-Albani. At-Tirmidzi mengatakan: hadits hasan. Lihat Al-Irwa (1/ no:14)

Hadits ini kaitannya dengan pertanyaan yang diajukan kepada Rasulullah َصَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلٰى آلِهِ وَسَلَّم : Apakah boleh kami berwudhu’ dari sumur Budha’ah, yaitu sumur yang tercampur padanya kain- kain bekas darah haid, daging anjing, dan bau yang busuk.

Faedah Hadits:

1). Air memiliki sifat Thahur, yaitu suci dan menyucikan.

2). Selama tidak terjadi perubahan pada warna, rasa dan bau pada air,mair tetap memiliki hukum asal, suci dan menyucikan.

3). Telah terjadi ijma’ ulama bahwa jika najis bercampur ke dalam air yang kemudian merubah salah satu dari tiga sifat air tersebut: warna, rasa dan bau, maka air itu menjadi najis.

4). Jika salah satu sifat air berubah karena sesuatu yang suci dan bukan najis, maka air tetap bersifat suci dan menyucikan, selama ia tetap disebut sebagai air.

 

Hadits ke 3

وَعَنْ أَبِي أُمَامَةَ الْبَاهِلِيِّ – رضي الله عنه – قَالَ: قَالَ رَسُولُ – صلى الله عليه وسلم: «إِنَّ الْمَاءَ لَا يُنَجِّسُهُ شَيْءٌ, إِلَّا مَا غَلَبَ عَلَى رِيحِهِ وَطَعْمِهِ, وَلَوْنِهِ». أَخْرَجَهُ ابْنُ مَاجَهْ وَضَعَّفَهُ أَبُو حَاتِمٍ.

وَلِلْبَيْهَقِيِّ: «الْمَاءُ طَاهِرٌ إِلَّا إِنْ تَغَيَّرَ رِيحُهُ, أَوْ طَعْمُهُ, أَوْ لَوْنُهُ; بِنَجَاسَةٍ تَحْدُثُ فِيهِ».

Dari Abu Umamah Al-Bahili رَضِيَ اللهُ عَنُْه berkata: bersabda Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلٰى آلِهِ وَسَلَّمَ :

“Sesungguhnya air itu tidak dinajiskan oleh sesuatu apapun, kecuali najis tersebut mendominasi baunya, rasanya, dan warnanya.”

Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan dilemahkan oleh Abu Hatim.

Dalam riwayat Al- Baihaqi dengan lafazh: “Air itu suci dan menyucikan, kecuali jika berubah baunya, atau rasanya, atau warnanya, disebabkan najis yang jatuh ke dalamnya.”

 

Ta’liq:

Hadits ini lemah, karena dalam sanadnya ada seorang perawi bernama Risydin Bin Sa’ad, para ulama sepakat akan kelemahannya.

Namun para ulama telah bersepakat pula tentang benarnya kandungan hadits ini dan beramal dengannya.

 

Faedah Haditsh

1) hukum asal air adalah suci dan menyucikan, tidak keluar dari hukum ini kecuali dengan sesuatu yang meyakinkan.

2) Telah terjadi kesepakatan ulama bahwa najis yang bercampur ke dalam air, yang menyebabkan berubah warna, atau rasa, atau bau, maka air tersebut menjadi air najis, yang tidak boleh digunakan untuk bersuci.

Ibnul Mundzir berkata: “sepakat para ulama bahwa air yang berjumlah sedikit atau banyak, jika najis jatuh padanya, lalu merubah rasa, atau warna, atau bau, maka air tersebut najis.

 

Sumber:

https://telegram.me/Askarybinjamal