Mandi Junub dan Mandi Jum’at

MANDI JUNUB & MANDI JUM’AT

Al-Allamah Ubaid AL-Jabiri حَفِظَهُ اللهُ ditanya:

“Semoga Allah َّعَزَّ وَجَل memberi kebaikan kepadamu, pertanyaan kedelapan: Apabila Aku dalam keadaan junub pada hari jum’at, apakah Aku mandi dua kali? sekali untuk mandi junub dan sekali lagi untuk jum’at? atau Aku cukup mandi sekali dengan dua niat?

maka Beliau حَفِظَهُ اللهُ menjawab:

هذا فيهِ خلاف بين أهل العلِم؛ فطائِفةٌ قالوا: من اغتسلَ مِن حَدَث كامرأةٍ تغتسِلُ من جنابة أو حيض، أو رجلٌ يغتسِلُ من جنابة من الرِّجال الذين يلزمهم الحضور أو امرأةً ترغَبُ في الحضور، فطائِفةٌ من أهل العلم قالوا يغتسل أولًا للجنابة وثانيًا للجُمُعة، ويوجِبونَ ذلك.

وطائِفةٌ قالوا إنَّ غُسلًا واحِدًا يكفي للأمرين، وهذا هو الصوابُ عندنا وعليهِ جُملة من المُحقِّقين، واللهُ أعلم.

“Ini terdapat perselisihan diantara para ulama, ada sekelompok mengatakan: barangsiapa yang mandi karena berhadats, seperti seorang wanita mandi karena junub atau haid, atau seorang lelaki mandi junub dari kaum lelaki yang diwajibkan untuk menghadiri (shalat jum’at,pen), atau seorang wanita yang ingin menghadirinya (meghadiri shalat jum’at-pen), sekelompok lagi dari para ulama mengatakan; dia mandi dua kali sekali untuk junub dan sekali lagi untuk jum’at, dan mereka mengharuskan itu. Sekelompok lagi mengatakan: sesungguhnya sekali mandi cukup untuk kedua hal tersebut, dan inilah yang benar menurut kami, dan ini pendapat segolongan dari kalangan ahli tahqiq. Wallu A’lam.”

(http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=150152)

Alih bahasa:

Ust. Abu Muawiyah Askari bin Jamal hafizhahullah