Hukum menunaikan umrah, wajib atau sunnah?

madinah_nabawiTanya:
Apa hukum menunaikan umrah? wajib atau sunnah?

Jawab:
Oleh Al Ustadz Abu Muawiyah Askary hafizhahullah

Terjadi khilaf di kalangan para ulama. Namun dalil-dalil yang datang dari Al Qur’an Al Karim, dari sunnah nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa umrah hukumnya wajib dalam seumur hidup. Wajib sekali, berikutnya sunnah. Dan ini pendapat mayoritas para ulama. Diantara dalil yang dijadikan hujjah oleh para ulama wajibnya umrah, firman Allah subhanahu wata’ala:

وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ للهِ

“Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah.” (Al-Baqarah: 196).

Sempurnakan haji dan umrah, kata Al Qurthubi rahimahullahu ta’ala dalam tafsirnya, ketika Allah subhanahu wata’ala menggandengkan perintah untuk menyempurnakan haji dengan perintah untuk menyempurnakan umrah, menunjukkan bahwa hukum umrah sama seperti hukum haji, yaitu wajib. Dan inipun dikuatkan dengan beberapa riwayat dari nabi shallallahu ‘alaihi wasallam diantaranya hadits Aisyah radhiyallahu anha ketika Aisyah radhiyallahu ta’ala anha bertanya kepada rasulullah shallallahu ‘alaihi wa’ala alihi wasallam.

يَا رَسَوْلَ اللهِ، هَلْ عَلَى النِّسَاءِ جِهَادٌ؟ قَالَ: جِهَادٌ لاَ قِتَالَ فِيْهِ، اَلْحَجُّ وَالْعُمْرَةُ

“Wahai Rasulullah, apakah ada jihad bagi wanita?” Beliau menjawab, “Jihad yang tidak ada peperangan di dalamnya, yaitu haji dan umrah.” (Shahih: Shahiih al-Jaami’ish Shaghiir (no. 2345), Sunan Ibni Majah (II/968, no. 2901), Ahmad (XI/18, no. 21), ad-Daraquthni (II/284, no. 215).)

Demikian pula yang diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, ketika nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan tentang Islam:

الإِسْلاَمُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ وَتُقِيْمُ الصَّلاَةَ وَتُؤْتِي الزَّكَاةَ وَتُحِجُّ الْبَيْتَ وَتَعْتَمِرُ وَتَغْتَسِلُ مِنَ الْجَنَابَةِ وَتُتِمُّ الْوُضُوْءَ وَتَصُوْمُ رَمَضَانَ

“Islam itu adalah engkau bersaksi bahwasanya tiada Tuhan (yang wajib disembah) selain Allah dan bahwasanya Muhamad adalah utusan Allah; engkau dirikan shalat; engkau tunaikan zakat; engkau laksanakan haji dan umrah; engkau bermandi jinabat; engkau sempurnakan wudhu; dan engkau berpuasa pada bulan Ramadhan.” (Hadits ini diriwayatkan oleh lbnu Khuzaimah dan Ad Daraquthni dari Umar bin Khathab. Ad Daraquthni berkata : sanad hadits ini shahih)

Engkau haji dan engkau umrah, dimasukannya umrah digandengkan dengan amalan haji, yang nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menyebutkannya diantara rukun-rukun islam. Ini juga menunjukkan bahwa umrah hukumnya wajib. Ini pendapat yang shahih yang dikuatkan oleh para ulama. Demikian pula syaikh Abdul Muhsin Al Abbad beliau menguatkan pendapat ini, syaikh Shaleh Al Fauzan Al Fauzan, dan yang lainnya dari para ulama.

Terlepas dari sebagian mereka berpendapat bahwa itu sunnah, dan ada yang mengatakan itu wajib. Namun umrah jelas merupakan suatu amalan yang sangat mulia. Oleh karena itu rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menganjurkan kepada kaum muslimin untuk senantiasa mengikuti haji dengan haji yang berikutnya, umrah dengan umrah yang berikutnya.

تابعوا بين الحج والعمرة ، فإنهما ينفيان الفقر والذنوب كما ينفي الكير خبث الحديد والذهب والفضة ، وليس للحجة المبرورة ثواب إلا الجنة ( رواه الترمذي وقال : حسن صحيح ، ورواه ابن حبان وابن خزيمة في صحيحيهما)

“Kerjakanlah secara urut antara haji dan umrah, maka keduanya menghilangkan kefakiran dan dosa, sebagaimana pandai besi menghilangkan kotoran besi, emas dan perak. Dan tidak ada pahala haji mabrur selain surga.” (HR. Tirmidzi dan beliau berkata: hadits hasan shahih. Dan juga diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dan Ibnu Khuzaimah dalam kitab shahih mereka)

Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam riwayat Bukhari dan Muslim, beliau mengatakan:

العمرة إلى العمرة كفارة لما بينهما ، والحج المبرور ليس له جزاء إلا الجنة )رواه البخاري ومسلم والترمذي وغيرهم(

“Dari umrah ke umrah berikutnya adalah penghapus di antara keduanya, dan haji mabrur tidak ada pahala baginya kecuali surga.” (HR.Bukhari, Muslim, Tirmidzi dll)

Lebih terkhusus lagi apabila umrah itu dikerjakan di bulan ramadhan punya keutamaan yang sangat besar. Yang disebutkan oleh nabi ‘alaihi shallatu wasallam dalam riwayat Imam Muslim dari hadits Ibnu Abbas.

عمرة في رمضان تعدل حجة

“Umrah pada bulan Ramadhan seperti ibadah haji” (HSR. Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat yang lain sama sepertu ibadah haji bersamaku, bersama rasulullah shallallahu ‘alaihi wa’alaalihi wasallam.

Oleh karena itu para ulama salaf, mereka senantiasa, pada saat mereka diberikan kemampuan untuk melakukan amalan ini, maka mereka senantiasa mengamalkannya, menghudupkannya. Seperti yang dinukilkan dari Said bin Jubair radhiyallahu ta’ala anhu disebutkan oleh Adz Dzahabi rahimahullah bahwa Said bin Jubair termasuk diantara kebiasaan beliau, beliau senantiasa melakukan ihram dua kali setahun. Yang pertama umrah dan yang kedua adalah haji.

Download Audio disini

https://www.thalabilmusyari.web.id