Hukum mandi junub di air yang tidak mengalir

HUKUM MANDI JUNUB DI AIR YANG TIDAK MENGALIR

39Silsilah Faedah Hadits Bulughul Maram

Kitab Bersuci

Hadits ke-5

 

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رضي الله عنه – قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم: «لَا يَغْتَسِلُ أَحَدُكُمْ فِي الْمَاءِ الدَّائِمِ وَهُوَ جُنُبٌ». أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ.

وَلِلْبُخَارِيِّ: «لَا يَبُولَنَّ أَحَدُكُمْ فِي الْمَاءِ الدَّائِمِ الَّذِي لَا يَجْرِي, ثُمَّ يَغْتَسِلُ فِيهِ».

وَلِمُسْلِمٍ: «مِنْهُ».

وَلِأَبِي دَاوُدَ: «وَلَا يَغْتَسِلُ فِيهِ مِنَ الْجَنَابَةِ

Dari Abu Hurairah رَضِيَ اللهُ عَنُْه berkata: bersabda Rasulullah َصَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلٰى آلِهِ وَسَلَّم :

“Jangan salah seorang kalian mandi di air yang diam (yang tidak mengalir, pen) sementara dia dalam keadaan junub.” Diriwayatkan oleh Muslim.

Dalam riwayat Bukhari: “Jangan sekali-kali salah seorang kalian kencing di air diam yang tidak mengalir, lalu dia mandi di dalamnya.” Dalam riwayat Muslim: “(lalu dia mandi) darinya.”

Dalam riwayat Abu Dawud: “dan jangan pula dia mandi di dalamnya ketika sedang junub.”

 

TA’LIQ

Hadits-hadits ini adalah hadits yang sahih.

BEBERAPA FAEDAH HADITS

1). Tidak diperbolehkan mandi dengan cara memasukkan tubuh ke dalam air yang tidak mengalir, sementara dia dalam keadaan junub.

2). Mafhum hadits ini, bolehnya mandi di air yang diam, jika tidak dalam keadaan junub. Tentu dengan syarat jika tidak memudaratkan manusia dan tidak menyebabkan gangguan pada mereka.

3). Bolehnya mandi di air yang mengalir bagi orang yang junub dan yang tidak junub, selama tidak menimbulkan kemudaratan.

4). Larangan kencing di air yang tidak mengalir, lalu mandi dari air tersebut, atau mandi di dalamnya. Telah datang pula riwayat yang melarang secara mutlak kencing di air yang tidak mengalir, meskipun ia tidak mandi dari air tersebut, sebagaimana yang diriwayatkan Imam Muslim dari hadits Jabir رَضِيَ اللهُ عَنُْه , berkata: bahwa Rasulullah َصَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلٰى آلِهِ وَسَلَّم melarang kencing di air yang tergenang.”

5). Jika kencing tidak diperbolehkan pada air yang tergenang, maka lebih terlarang lagi jika seseorang buang air besar di air tersebut.

6). Ulama sepakat tentang bolehnya kencing atau mandi pada air yang tidak mengalir, jika airnya berjumlah banyak, seperti lautan atau danau. Maka ini dikecualikan dari larangan yang terdapat didalam hadits tersebut.

https://telegram.me/Askarybinjamal